Paus Leo terpilih sebagai pemimpin bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia pada 8 Mei 2025.
Sosok yang terlahir dengan nama Robert Francis Prevost ini secara bertahap telah menerapkan gaya kepemimpinannya di Gereja Katolik; ia mulai lantang menyuarakan pandangannya saat menanggapi berbagai isu paling mendesak di dunia, mulai dari konflik berdarah hingga kecerdasan buatan.
Setelah AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada bulan Februari, Paus menjadi sosok yang vokal mengkritik konflik tersebut.
Ia mengecam ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan Iran sebagai tindakan yang benar-benar tidak dapat diterima dan mendesak rakyat AS untuk menuntut para pembuat kebijakan AS agar mengupayakan perdamaian.