"Saya tidak melakukan servis sebaik sebelumnya pada set kedua. Dia bermain luar biasa, tidak banyak melakukan kesalahan dan mampu menjaga bola tetap rendah. Itu merupakan penampilan yang sangat bagus," ujar Djokovic.
Sebelum tersingkir, Djokovic membutuhkan hasil hingga semifinal Paris Masters untuk mempertahankan peluang tampil di ATP Finals. Namun, kekalahan tersebut memastikan petenis berusia 39 tahun itu tidak dapat melanjutkan persaingan menuju kejuaraan akhir musim tersebut.
Di sisi lain, Hijikata mencatatkan kemenangan penting dalam kariernya. Petenis peringkat ke-83 dunia itu untuk pertama kalinya mengalahkan Djokovic setelah kalah dalam dua pertemuan sebelumnya.
Kemenangan tersebut juga menjadi yang keempat bagi Hijikata atas petenis peringkat 20 besar dunia sepanjang kariernya. Menariknya, seluruh kemenangan tersebut diraih pada musim 2026.
Hijikata menjadi petenis dengan peringkat terendah yang mampu mengalahkan Djokovic sepanjang tahun ini. Ia memastikan kemenangan melalui permainan agresif, termasuk dengan mencatatkan 29 pukulan forehand winner sepanjang pertandingan.