Di sisi lain, Zaid menerangkan bahwa berdasarkan data total Satuan Pelayanan Pendidikan Gizi (SPPG) di Provinsi Bengkulu mencapai 175 SPPG dan hanya 143 SPPG yang telah beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan gizi anak -anak sekolah.

"Untuk mengoptimalkan dampak ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap SPPG dapat terintegrasi dengan sistem rantai pasok daerah melalui dorongan kemitraan langsung antara dapur gizi dengan para petani, peternak, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal," ujar dia.

Diketahui, melalui program MBG telah menyerap 7.360 tenaga kerja dan melibatkan 1.094 pemasok (supplier) bahan baku makanan.