"Pendapatan negara di Sultra tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh kenaikan penerimaan perpajakan dan PNBP," kata Iman Widhiyanto.
Dia menjelaskan secara terperinci, penerimaan perpajakan menjadi kontributor terbesar dengan realisasi mencapai Rp3,35 triliun atau 63,97 persen dari target pagu, tumbuh 40,23 persen (yoy).
"Capaian penerimaan perpajakan ini terdiri atas Pajak Dalam Negeri yang terealisasi sebesar Rp2,92 triliun atau 57,53 persen dari pagu dengan peningkatan 32,56 persen (yoy), serta Pajak Perdagangan Internasional yang mencapai Rp429,36 miliar atau 268,64 persen dari pagu dan melesat tajam sebesar 131,14 persen (yoy)," ujarnya.