NADIKABAR.COM β Jakarta Barat diprakirakan mengalami curah hujan tertinggi pada musim hujan sehingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembenahan infrastruktur, termasuk pembangunan embung dan penanganan sejumlah titik rawan banjir.
βDan kemarin kami sama-sama di Kali Angke dan sebagainya, di Cengkareng Drain dan sebagainya untuk melakukan antisipasi terhadap hal tersebut,β kata Pramono usai rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mitigasi dan antisipasi kesiapsiagaan musim hujan di Balai Kota, Kamis.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan pihak TNI untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang diprakirakan akan terjadi pada awal 2027.
βUntuk pembagian detailnya karena kami sudah biasa berkoordinasi, apalagi kalau di TNI itu tanpa diminta pun kalau ada sesuatu pasti mereka akan mempersiapkan secara dini. Jadi koordinasi itu kami lakukan dalam sekarang ini dan mudah-mudahan bisa diwujudkan,β ungkap Pramono.
Diketahui pada Selasa (3/11), Pramono pun meninjau langsung perkembangan pembangunan tanggul Kali Angke Segmen Permata Buana, Kembangan Utara, Jakarta Barat, yang telah mencapai 90 persen.
Namun Pramono mengingatkan, kawasan sekitar Kali Angke, khususnya di segmen Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, akan tetap berpotensi mengalami banjir meski pembangunan tanggul di wilayah itu hampir rampung.
Menurut Pramono, kawasan tersebut merupakan salah satu titik yang paling lama mengalami banjir karena kondisi tanahnya lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya.
Karena masih berpotensi mengalami banjir, ia pun menyetujui rencana pembangunan embung baru di Jakarta Barat untuk menambah daya tampung air.
Terlebih lagi, kebutuhan embung di Jakarta Barat dinilai masih sangat kurang. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta akan memperbanyak pembangunan embung untuk menekan potensi banjir.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin menyebut Rawa Buaya dan Cengkareng menjadi dua wilayah dengan kondisi topografi paling rendah di Jakarta Barat.
Kedua kawasan tersebut juga masuk dalam rencana penanganan banjir Pemprov DKI Jakarta.
Untuk kawasan Cengkareng, Pemprov DKI telah merencanakan pembangunan Polder Apuran. Penertiban di lokasi tersebut juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat.
Adapun penanganan banjir di Rawa Buaya akan dilakukan bersamaan dengan penyelesaian pembangunan Kali Angke.
βRawa Buaya beserta nanti sekaligus penyelesaian Kali Angke ini kami laksanakan multiyears dari 2027 sampai dengan akhir 2028," papar Ika.
Ia menambahkan, pengerjaan penanganan banjir di kawasan tersebut dilakukan secara bertahap hingga 2029.