NADIKABAR.COM β€” Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pihaknya tengah bersiap untuk menghadapi curah hujan tertinggi yang diprakirakan akan terjadi pada Februari 2027.

β€œHal yang berkaitan dengan antisipasi banjir, dari laporan BMKG diprakirakan curah hujan tertinggi pada bulan Februari dan akan ada curah hujan yang ekstrem,” katanya usai rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah untuk mitigasi dan antisipasi kesiapsiagaan musim hujan di Balai Kota, Kamis.

Menurut Pramono, rapat itu digelar untuk membahas dengan detail terkait tugas serta dukungan yang akan diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan institusi yang ada di Jakarta.

Terlebih, ia menyebut soal prakiraan banjir besar di ibu kota pada awal atau pertengahan tahun depan.

β€œKarena apa? Karena curah hujannya ekstrem, yang harusnya, tanpa El Nino itu biasanya kan mulai hujan bulan akhir Oktober ataupun awal Oktober sampai dengan Maret sudah enggak ada hujan. Tetapi karena ada El Nino ini, maka curah hujannya menjadi menyempit, tapi volumenya sama. Sehingga tadi dalam rapat itulah yang kemudian dibahas secara detail,” ungkapnya.

Untuk itu, Pramono pun bersyukur dengan keterbukaan dan rasa saling mendukung yang terjalin antarpihak. Ia berharap, hal ini dapat membuat DKI Jakarta semakin siap menghadapi potensi tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan mitigasi banjir di ibu kota juga dilakukan dengan sejumlah upaya lain, termasuk pembenahan sungai dan embung.

Ia menyebut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta juga akan memberikan pendampingan dalam proses normalisasi yang dilakukan untuk beberapa sungai yang ada di ibu kota.