NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan fisik Embung Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk mereduksi banjir saat musim hujan.

"Jadi, kurang lebih di tempat ini untuk satu embung itu kurang lebih Rp200 miliar untuk pembebasan lahan, Rp50 miliar lebih sedikit untuk pembangunan fisik embung," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peninjauan pembangunan Embung Kebagusan di Jakarta Selatan, Selasa.

Dalam rincian Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, total pekerjaan pembangunan Embung Kebagusan menghabiskan anggaran Rp54 miliar dan pembebasan lahan dua hektare dengan dana Rp200 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin menjelaskan Embung Kebagusan berada di kawasan hulu daerah tangkapan air (catchment area) Kali Mampang.

"Jadi, banjir yang terjadi di hilir Kali Krukut, Kali Mampang ini sebenarnya harus kita tangani tidak hanya di Kali Krukutnya saja, tetapi dari hulu. Hulu dari Embung Kebagusan ini adalah Setu Babakan," kata Ika.

Ika menjelaskan aliran air dari kawasan Setu Babakan menuju Kali Mampang.

Untuk mendukung pengendalian banjir di kawasan tersebut, Dinas SDA DKI Jakarta akan memanfaatkan lahan yang belum digunakan untuk pembangunan embung atau waduk.

Adapun perbedaan waduk dan embung di Provinsi DKI Jakarta, yakni untuk luasan mencapai 5 hektare disebut waduk, sedangkan di bawah 5 hektare disebut embung.

Ke depannya, pembangunan Embung Kebagusan dan sejumlah embung lainnya, serta normalisasi Kali Krukut, diharapkan mampu mereduksi banjir di sistem tata air Krukut-Mampang sekitar delapan persen.

Tak hanya itu, Dinas SDA DKI juga ke depannya menggabungkan dua sistem dalam pembangunan embung yakni grey infrastructure dan blue-green infrastructure.

"Grey infrastructure dalam hal ini tidak hanya membangun pompa pengendali banjir dan normalisasi sungai, tetapi kita juga memanfaatkan embung-embung ini sebagai reduksi banjir. Di mana saat hujan dia menjadi reduksi banjir, tetapi pada saat musim kering dia berfungsi sebagai sarana publik dan juga menambah ruang terbuka biru dan hijau," katanya.