NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta sekolah-sekolah yang telah dibangun maupun direhabilitasi agar rutin menggelar simulasi mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan tenaga pendidik, terutama di gedung bertingkat.

"Saya perintahkan kepada Bu Kadis (Kepala Dinas Pendidikan) dan juga tadi saya sudah minta, harus sering berlatih tentang mengantisipasi bencana. Walaupun kita tidak berharap, tapi lebih bagus sedia payung sebelum hujan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno setelah mengunjungi SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta, dan SDN Cilandak Barat 08 di Jakarta Selatan, Jumat.

Dia mengatakan perkembangan pembangunan sekolah di Jakarta yang kini dapat mencapai lima hingga enam lantai membuat upaya mitigasi bencana menjadi sangat penting.

Menurut Rano, sekolah perlu memastikan seluruh warga sekolah memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, termasuk gempa bumi.

Dia menilai pembaruan infrastruktur pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan gedung baru, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi siswa dan guru melalui ruang belajar yang nyaman, aman, inklusif, dan bersih.

"Yang pasti, yang paling sulit bagi kita adalah merawat. Membangun mudah, tapi merawat, kalau membangun 1 tahun selesai, merawat itu setiap tahun harus kita rawat," ujar Rano.

Dalam kunjungan tersebut, Rano meninjau pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta serta rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08.

Pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta memiliki nilai kontrak Rp70,49 miliar, dengan luas lahan 4.160 meter persegi dan luas bangunan 9.724 meter persegi.

Sementara itu, rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan biaya Rp31,42 miliar, dengan luas lahan 2.200 meter persegi dan luas bangunan 4.529 meter persegi.

Gedung tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, antara lain akses ramah disabilitas, lift, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau.

Bangunan itu juga dirancang dengan memperhatikan efisiensi energi melalui penggunaan panel surya, pengaturan sirkulasi udara, dan pencahayaan alami.

Rano pun berharap fasilitas yang telah dibangun dan direhabilitasi tersebut dapat dirawat secara berkelanjutan sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.