NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar menyiagakan 31 rumah sakit dan 44 puskesmas untuk menangani penyakit yang muncul akibat cuaca, salah satunya penyakit pernapasan.

“Saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 puskesmas sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca,” kata Pramono di Jakarta, Jumat.

Dia mengakui kondisi cuaca Jakarta saat ini tidak baik-baik saja. Namun, dia tidak ingin menyalahkan pihak manapun.

“Saya tidak mau menyalahkan siapapun. Memang sekarang ini, dalam dua tiga hari ini, kondisi udara Jakarta mengalami kondisi yang memburuk,” ujar Pramono.

Seperti diketahui, Jakarta memiliki laman pemantau kualitas udara, salah satunya udara.jakarta.go.id.

Sementara itu, kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat pada Jumat siang, sehingga masyarakat disarankan agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, demikian menurut laman IQAir, dengan pembaruan pada pukul 12.00 WIB.

IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 169 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 81 mikrogram per meter kubik atau 16,2 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya, pada Jumat pagi, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 186 atau masuk dalam kategori tidak sehat, dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 107 mikrogram per meter kubik.