Pembangunan gedung sekolah tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara dipindahkan ke SD BaPem.

Kondisi itu membuat para siswa harus menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan ketersediaan ruang dan jadwal di sekolah yang menjadi lokasi penampungan.

Warga setempat, Iin Solihin (48), menyebut proyek pembangunan sekolah itu semula ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. Namun, pembangunan belum rampung sesuai jadwal awal sehingga siswa masih harus belajar di sekolah lain.