"Ada beberapa laporan, tapi kemudian kita sudah melakukan pengawasan karena kita punya tenaga dokter hewan, petugas pemantau kesehatan ikan, sudah terjun, langsung terjun," katanya.
Meski demikian, menurut Istriyani, banyak pembudi daya lele di Bantul telah menerapkan teknologi budi daya yang baik, terutama dalam pengelolaan sirkulasi air untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.
"Dengan teknologi air mengalir, itu artinya tidak terjadi masalah," ujarnya.
Ia mengimbau para pembudi daya meningkatkan pemantauan terhadap kondisi dan perkembangan ikan, termasuk benih, agar dapat segera mengambil tindakan apabila muncul kendala selama musim kemarau.
"Kadang-kadang pagi sehat, nanti siang mungkin (kendala). Jadi memang kontrol di tiap kolam itu harus lebih rutin, lebih intens," ujarnya.