Ia menjelaskan, skema PM-AAS memiliki perbedaan dibanding pola tanam konvensional, yakni menggunakan sistem tebar benih langsung (tabela) serta peningkatan alokasi benih dari 20 kilogram menjadi 80 kilogram per hektare.

Selain itu, menurut dia, porsi pupuk urea dinaikkan menjadi 200 kilogram per hektare yang diimbangi penyesuaian dosis NPK dan penggunaan dolomit.

"Melalui penerapan sistem ini, DKPP Kabupaten Serang optimistis hasil panen padi dapat meningkat hingga dua kali lipat, dari yang semula rata-rata lima hingga enam ton menjadi 10 hingga 12 ton per hektare," ujarnya.