"Sampai saat ini petugas masih bekerja untuk mengangkut sampah, karena yang dibersihkan itu sampah di semua kawasan, tidak hanya di dalam sirkuit," ujar Lalu.

Ia mengatakan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) itu adalah sampah yang tidak dapat dimanfaatkan. Sedangkan untuk sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi dibawa ke bank sampah.

"Sampah MOTOGP Indonesia ini langsung dipilah, sehingga yang dibuang ke TPA itu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan," katanya.

Sebelumnya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan dampak ekonomi ajang MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 9-11 Oktober 2026 mencapai Rp5,2 miliar.

"Dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun dan rekor 157.875 pengunjung menandai keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar.