Mengutip buku Tiket Ke Surga (Doa-Doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa'udin, salah satu doa yang bisa diamalkan sebagai bentuk ungkapan syukur termaktub dalam Al-Qur'an Surah An-Naml ayat 19,

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ Arab-latin: Rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Doa tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Nabi Sulaiman AS tidak hanya meminta kekayaan atau tambahan nikmat kepada Allah SWT. Beliau justru memohon agar diberi kemampuan untuk mensyukuri nikmat yang telah diterimanya.

Adi Tri Eka dalam bukunya yang berjudul Tuntunan Mudah Menghafal Bacaan Shalat Plus Juz Amma menjelaskan, selain membaca doa, rasa syukur dapat diwujudkan melalui tiga hal.