بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِجَبَرُوْتِهِ عَنْ خَلْقِهِ فَلَا عَيْنَ تَرَاهُ لَا ضِدُّ وَلَا نِد سِوَاهُ.

Bismillaahir rahmaniir rahiim. Subhaana man ihtajaba bijabaruutihi 'an khalqihii falaa 'aina taraahu laa dhiddun walaa niddun siwaahu.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Maha suci Dzat yang menghalangi dengan kekuasaan-Nya dari makhluk-Nya. Maka, tidak ada 'ain (pandangan jelek), kerugian, dan aib dari sisi-Nya."

Dinukil dari buku Bimbingan Orang Sakit yang ditulis Saiful Hadi El-Sutha, saat seorang muslim menyikapi sakit yang dideritanya dengan sabar dan berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya menjadi berkah. Dalam sebuah hadits, sakit bisa menggugurkan dosa seseorang.

Dari Al Hakim, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah Ta'ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya." (HR Al Hakim)

Dalam redaksi lain disebutkan terkait sakit yang jadi penggugur dosa. Berikut bunyinya,

"Tidaklah menimpa seorang Muslim suatu penyakit, keletihan, kepedihan, kesedihan, hingga kecemasan yang dirasakannya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya." (HR Muslim)