NADIKABAR.COM — Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 resmi dimulai di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kompetisi ini diikuti 14 tim nasional senior dari kawasan Asia Tenggara.
Event ini dibuka dengan laga Timnas Indonesia vs Singapura, setelah laga Bangladesh vs Malaysia. Aksi Timnas Indonesia disambut gegap gempita ribuan penonton yang memadati area Stadion GBK, termasuk 300 anak yatim piatu dan prasejahtera.
Doa untuk kejayaan Timnas Indonesia terselip dari calon Garuda Muda, yang sangat terinspirasi dengan aksi seniornya. Di antaranya Hafiz Noah Athalla (9) dari SSB Persijal (Persatuan Sepak Bola Jatiluhur), Bekasi. Dia berharap Merah Putih bisa berkibar paling tinggi di antara bendera negara ASEAN lainnya.
"Indonesia menang," kata Hafiz kepada tim berbuatbaik.id, Jumat (25/9/2026).
Hafiz yang sangat menyukai sepakbola ini memilih Marselino Ferdinan, sebagai favoritnya di Timnas Indonesia.
Hal senada diungkapkan Muhammad Qori Setiawan dari Rumah Inspirasi (RI) Kamal, Jakarta Barat. Dia berdoa Timnas Indonesia bisa menjadi juara dan memberi kebanggaan rakyat Indonesia, serta menginspirasi anak-anak yang kelak ingin menjadi bagian dari Timnas Garuda.
Hafiz adalah satu dari 300 anak yang bisa menyaksikan gelaran FIFA ASEAN di Jakarta kerja sama PSSI dan berbuatbaik.id. Selain SSB Persijal dan RI Kamal ada juga dari Yayasan Rumah Pendidikan Islam (RPI), Santri Siaga Bencana, SSB Kebayoran, Sekolah Mandiri (SM) Cahaya Hati, dan Kanwil Ziswaf PB Ikhlas.
Bersama mereka berdoa agar Garuda bisa mengangkasa makin tinggi dan mengangkat derajat sepakbola Indonesia. Di tengah meriahnya pembukaan FIFA ASEAN 2026, harapan tersebut makin kencang terdengar berpadu dengan sorak sorai penonton menyambut aksi Timnas.
Ungkapan senang terlontar dari pendamping sekaligus pengelola RI Kamal, Siti Marseha. Event ini adalah kali pertama dia menyaksikan pertandingan sepakbola langsung di salah satu stadion terbesar Indonesia.
"Senang banget, apalagi ini pertama kalinya. Makasih ya," ujar wanita yang kerap disapa Eha ini.
Eha berharap agenda serupa yang memberi tempat pada anak-anak kurang beruntung bisa kembali digelar. Acara ini tak hanya memberi hiburan, tapi juga inspirasi agar tak menyerah menggapai mimpi.