dr Yaze menegaskan nasi tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Perhatian utamanya terletak pada jumlah yang dikonsumsi dan kesesuaiannya dengan kebutuhan tubuh.

"Jadi, nasi bukan berarti nggak boleh, tapi harus sesuai dengan kebutuhan tubuh kita," ujar dr Yaze.

Porsi makan juga perlu dibuat lebih seimbang dengan keberadaan lauk sebagai sumber protein serta sayuran dan buah. Ikuti Pedoman Gizi Seimbang yaitu panduan Isi Piringku untuk mengetahui dengan mudah porsi masing-masing makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi dalam satu hari. Dengan begitu, satu kali makan tidak didominasi oleh nasi dalam jumlah yang terlalu besar.

Bagi anak sekolah, kebutuhan energi memang penting untuk menunjang aktivitas dan proses pertumbuhan. Porsi nasi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi, usia, aktivitas fisik dan keseluruhan pola makan dalam sehari.

Nasi pun tidak perlu dihindari hanya karena khawatir terhadap gula darah. Yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tidak menjadi kebiasaan mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan dalam satu waktu.

Lihat juga Video: Puas Makan Nasi Tungku hingga Nasi Campur ala Kraton di Tebet