"Jangan menunggu sampai gejalanya berat atau sesak napas. Jika batuk dan pilek sudah berlangsung tiga hari disertai demam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter," ujarnya.
Pemeriksaan medis sedini mungkin dinilai penting untuk memastikan etiologi atau penyebab pasti penyakit melalui uji usap (swab) antigen influenza maupun pemeriksaan panel PCR, sehingga pasien mendapatkan terapi yang tepat dan tidak sembarangan mengonsumsi obat.
Joyce menggarisbawahi bahwa tidak semua penderita influenza memerlukan obat antivirus. Terapi antivirus umumnya diprioritaskan bagi pasien yang memiliki indikasi klinis jelas atau masuk dalam kelompok rentan berisiko tinggi.
Kelompok yang paling rentan mengalami perburukan akibat influenza tipe A antara lain anak-anak usia balita, anak usia 6–7 tahun yang baru mulai bersekolah, lanjut usia (lansia), serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).