dr Agus menambahkan bahwa pedoman atau panduan dalam penggunaan masker respirator di kondisi tidak biasa seperti kebakaran hutan atau bencana abu vulkanik ini adalah dengan mengganti secara berkala.
"Artinya secara waktu tertentu harus diganti. Karena udara yang kita hirup itu dari luar banyak kotorannya, tapi dari dalam, napas kita itu mengandung uap air. Uap air itu akan membuat masker terasa lembab setelah sekian jam," katanya.
"Nah, kalau lembab itu menjadi sumber infeksi. Oleh karena itu harus diganti misalnya 6 sampai 8 jam sekali, dan tidak boleh dibasahi ya," sambungnya.