Penurunan produksi kolagen seiring bertambahnya usia dapat memengaruhi elastisitas dan kekencangan kulit. Kondisi ini antara lain ditandai dengan munculnya garis halus, kerutan, serta kulit yang mulai kendur.

Salah satu produk dalam kategori tersebut adalah Juliane, stimulator kolagen berbahan poly-L-lactic acid (PLLA) yang dipasarkan sebagai produk asal Swedia. Menurut Latisha, formulasi dan karakteristik partikel produk menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai respons jaringan serta potensi efek samping.

Ia menjelaskan bahwa stimulator kolagen memiliki risiko yang perlu dipahami karena tidak dapat langsung dinetralkan dengan enzim seperti pada filler berbahan asam hialuronat. Oleh karena itu, pemilihan produk dan pelaksanaan prosedur oleh tenaga medis yang kompeten menjadi bagian penting dalam perawatan.