Saat hujan, orang lebih banyak berkumpul di dalam ruangan sehingga virus seperti influenza, Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan COVID mudah menular.

Selain penyakit pernapasan, Sukamto juga mengingatkan untuk mewaspadai risiko demam berdarah karena genangan air menjadi tempat perkembangan nyamuk, serta penyakit diare dan tifoid jika terjadi banjir.

“BMKG juga sudah mengingatkan bahwa jarak dari awal musim hujan ke puncaknya tahun ini pendek, jadi sebaiknya kita bersiap dari sekarang,” tutur Sukamto, Dosen tetap di Divisi Alergi Imunologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Peralihan dari musim kemarau menjadi musim hujan adalah masa yang rawan, apalagi kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang.

"Selama berbulan-bulan saluran napas kita terpapar udara kering, debu, dan polusi, jadi pertahanannya sudah agak terganggu. Lalu hujan datang, suhu dan kelembapan berubah cepat, dan tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri,” ujar dosen tetap di Divisi Alergi Imunologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.