NADIKABAR.COM — Dokter spesialis anak lulusan Universitas Sumatera Utara dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp. Neo (K) menyoroti pentingnya bagi orang tua dalam memperhatikan kualitas dan higienitas air minum yang dikonsumsi oleh anak.
“Kualitas dan higienitas air minum menjadi penting karena kontaminasi mikrobiologis dan logam berat yang tidak terlihat pada air dapat berdampak pada kesehatan keluarga terutama anak-anak baik dalam jangka pendek ataupun panjang,” kata Marlina dalam keterangan resminya di Jakarta.
Marlina menyampaikan bila hidrasi bukan hanya berkaitan dengan kecukupan minum, tetapi juga memastikan air yang dikonsumsi bersih dan higienis.
“Air minum yang tidak terjaga higienitasnya dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, yang pada anak dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi serta berdampak pada proses tumbuh kembang,” ujarnya yang kini bekerja di Rumah Sakit Mayapada itu.
Mengutip jurnal Safe Drinking Water and Its Impact on Children’s Growth and Development: A Systematic Review yang diterbitkan International Journal of Environmental Research and Public Health, gangguan kesehatan pencernaan disebut dapat berpengaruh terhadap asupan dan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses tumbuh kembang serta berpotensi meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi.
Di sisi lain Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK mengatakan kualitas air minum dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sumber air, proses produksi, higienitas kemasan, pengujian kualitas, penyimpanan, hingga perlindungan produk sebelum dikonsumsi.
“Kita sering kali melihat air hanya dari kejernihannya. Padahal, ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas air minum,” kata Tria.
Tria menilai bahwa keluarga perlu memahami sumber air, proses pengolahan, higienitas, hingga bagaimana kualitas produk dijaga sebelum sampai kepada konsumen.
“Untuk itu penting bagi keluarga mulai memperhatikan dan memeriksa keberadaan identitas merek dan produsen, label, izin edar, serta tutupnya,” kata Tria.
Dia juga mengatakan keterlacakan produk menjadi hal yang perlu diperhatikan keluarga. Menurutnya, air minum yang tidak memiliki identitas merek dan produsen yang jelas, informasi mengenai sumber air, proses pencucian, standar sanitasi, pengujian, serta penanggung jawab produk dapat berbeda-beda sehingga konsumen perlu memastikan informasi tersebut.
Sedangkan dalam praktiknya, badan galon bermerek dapat digunakan kembali sehingga identitas pada badan galon belum tentu mencerminkan asal produk yang berada di dalamnya. Dengan demikian, konsumen disarankan untuk memeriksa kemasan secara menyeluruh, termasuk bagian tutup dan identitas produk.