NADIKABAR.COM β€” Penurunan produksi kolagen seiring bertambahnya usia mendorong perkembangan berbagai pendekatan perawatan kulit, termasuk penggunaan stimulator kolagen.

Namun, pemilihan metode perawatan tersebut perlu mempertimbangkan aspek keamanan, kualitas produk, dan bukti klinis yang mendukung penggunaannya.

β€œSaat memilih stimulator kolagen, keamanan adalah prioritas utama. Secara pribadi, saya selalu memperhatikan sertifikasi yang dimiliki oleh suatu produk,” kata Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Deasy Lius, Sp.DVE, dalam keterangannya pada Jumat.

Kolagen merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Seiring proses penuaan, produksi kolagen secara alami menurun sehingga kulit dapat mengalami perubahan, seperti berkurangnya kekenyalan dan munculnya kerutan.

Salah satu pendekatan dalam kedokteran estetika adalah penggunaan bahan biostimulator yang dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen. Perawatan ini bertujuan memperbaiki kualitas kulit secara bertahap, meskipun hasilnya dapat berbeda pada setiap individu, bergantung pada kondisi kulit dan respons tubuh.

Seiring perkembangan teknologi biomaterial, berbagai produk biostimulator dikembangkan dengan karakteristik dan mekanisme kerja masing-masing. Evaluasi terhadap produk tersebut perlu mencakup bukti klinis, manfaat yang diharapkan, potensi efek samping, serta kesesuaian penggunaannya dengan kondisi pasien.

Karena diberikan melalui prosedur injeksi, penggunaan biostimulator memerlukan penilaian tenaga medis yang kompeten. Konsultasi sebelum tindakan diperlukan untuk menentukan tujuan perawatan, kondisi pasien, serta kemungkinan risiko yang menyertainya.

Dalam perkembangan tersebut, perusahaan bioteknologi asal Swedia, Nordberg Medical, meluncurkan Julaine of Sweden di Indonesia pada 2026. Produk injeksi berbasis poly-L-lactic acid (PLLA) itu dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen.

β€œJulaine memiliki profil keamanan yang kuat, dan saya sangat mengapresiasi upaya Nordberg Medical dalam meraih sertifikasi EU MDR serta mengupayakan persetujuan dari US FDA. Hal ini mencerminkan komitmen mereka terhadap kualitas dan keselamatan pasien,” kata dr. Deasy.