Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Dokter Ungkap Bahaya Pakai Masker Basah Saat Terpapar Abu Vulkanik
Belakangan muncul anggapan bahwa menggunakan masker basah lebih efektif untuk menangkal paparan abu vulkanik. Lantas, benarkah anggapan tersebut?
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 8 September 2026 pukul 20:47 WIB
• ⏱ 2 menit baca
dr Agus menjelaskan penggunaan masker respirator saat kondisi tidak biasa seperti kebakaran hutan atau bencana abu vulkanik ini adalah dengan mengganti secara berkala.
"Artinya secara waktu tertentu harus diganti. Karena udara yang kita hirup itu dari luar banyak kotorannya, tapi dari dalam, napas kita itu mengandung uap air. Uap air itu akan membuat masker terasa lembab setelah sekian jam," imbuh dokter dari RSUP Persahabatan itu.
"Nah, kalau lembab itu menjadi sumber infeksi. Oleh karena itu harus diganti misalnya 6 sampai 8 jam sekali, dan tidak boleh dibasahi ya," imbuhnya.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.