"Hormon yang ada dalam tubuh kita akan merangsang untuk sel-sel bertambah banyak. Dan bertambah besarnya (prostat) tidak keluar, dia ke dalam," terang dr Boyke.

"Karena di luar itu ada kapsul dan ada tulang di sekitarnya, sehingga kalau ke dalam, dia akan lama-lama menyempitkan saluran kencing. Pembesaran prostat akan dialami selama kita jadi tua," lanjutnya.

Prostat sendiri memiliki fungsi vital untuk mengatur kencing, menjaga otot kandung kemih, dan mempertahankan elastisitas leher kandung kemih. Posisi kencing yang salah membuat otot kandung kemih bekerja terlalu keras untuk memompa urine keluar dari saluran yang menyempit.

Dokter yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang urologi ini mengamati fenomena gangguan kencing yang kini justru menyasar pria usia muda di bawah 50 tahun. Hal ini berbeda dengan kebiasaan generasi terdahulu yang rutin kencing dengan posisi jongkok.

"Saya ingat waktu zaman saya masih SD tahun 60-an, melihat kakek saya kalau kencing selalu jongkok. Sampai umur 90 dia sehat aja, tak pernah ada gangguan kencing," kenangnya.