Perang melawan Iran, yang dimulai pada akhir Februari lalu, telah memasuki bulan ketujuh dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sedikitnya 18 personel militer AS tewas akibat serangan pembalasan Iran di kawasan Timur Tengah.

Perang yang tak kunjung berakhir itu memicu kekhawatiran terkait sumber daya militer dan gangguan pada pasar energi global.

Menurut American Automobile Association (AAA), harga bensin di AS rata-rata mencapai US$ 4,22 per galon pada Rabu (9/9). Angka tersebut tercatat naik dari harga US$ 4,01 sebulan sebelumnya, dan harga US$ 3,19 setahun lalu.

Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mencapai penyelesaian cepat, sembari tetap mendukung kampanye ekonomi yang lebih luas terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggambarkan strategi tersebut, yang dijuluki "Operation Economic Outcast", sebagai alternatif bagi operasi tempur berskala besar.