Donny juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol yang direncanakan mulai dikerjakan pada Januari 2027 diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat konektivitas, khususnya di kawasan Lembah Anai dan Padang Panjang. Dengan konektivitas yang lebih andal, distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta aktivitas ekonomi di Sumbar diharapkan berjalan lebih lancar.
Pembangunan infrastruktur, kata Donny, bukan sekadar menghadirkan jalan dan jembatan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, apabila persoalan konektivitas terus dibiarkan, Sumbar akan menghadapi tantangan dalam mengejar pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan potensi wilayahnya.
"Kalau persoalan ini tidak diselesaikan, Sumatera Barat tentu akan kesulitan mengejar pertumbuhan ekonominya. Karena itu, kita berharap seluruh masyarakat mendukung pembangunan ini demi kepentingan masa depan anak cucu kita," ujarnya.
Secara khusus, Donny mengapresiasi peran Andre Rosiade yang terus mendorong realisasi berbagai proyek infrastruktur strategis di Sumbar. Donny menyebut dukungan dan pengawalan Andre menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, jalan tol, serta pembenahan infrastruktur perkeretaapian di Sumatera Barat.
"Kita bersyukur Pak Andre selalu mendorong terwujudnya proyek-proyek ini, baik di Sitinjau Lauik maupun proyek tol di kawasan Padang Panjang. Kereta api juga akan kita lakukan perbaikan. Ini merupakan program pemerintah yang berorientasi pada perbaikan mendasar terhadap persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun," kata Donny.
Donny kembali mengajak masyarakat Sumbar untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan. Donny berharap penyelesaian persoalan konektivitas di Sitinjau Lauik, Silaing, dan Lembah Anai dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Sumbar yang lebih kuat.