Senada dengan Donny, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa reaktivasi jalur kereta api Sumbar menjadi prioritas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bobby juga mengapresiasi kegigihan Andre dalam mendorong agar jalur kereta api yang telah lama tidak aktif dapat kembali berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Pak Andre Rosiade sangat getol memperjuangkan reaktivasi rel," kata Bobby.

Bobby memaparkan, jaringan rel kereta api Sumbar yang dahulu mencapai sekitar 284 kilometer kini hanya menyisakan sekitar 84 kilometer jalur aktif. Karena itu, reaktivasi menjadi langkah strategis untuk memperluas layanan perkeretaapian di luar Pulau Jawa sekaligus mendukung angkutan penumpang dan logistik.

Dari sisi pengguna, KAI mencatat jumlah pelanggan kereta api di Sumbar mencapai sekitar dua juta penumpang sepanjang 2025, meningkat 8,9 persen dibandingkan 2024. Sementara pada semester I 2026, jumlah penumpang meningkat sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan layanan kereta api di Ranah Minang.

Tahap awal reaktivasi akan difokuskan pada jalur Kayu Tanam-Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer. KAI tengah mempersiapkan kajian teknis yang mencakup kondisi dan geometris jalur, kebutuhan teknologi untuk medan dengan kemiringan tinggi, penguatan jembatan, serta penanganan sekitar 6.800 bangunan di ruang bebas jalur kereta api melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Konstruksi fisik direncanakan mulai pada 2027 setelah tahapan kajian dan perencanaan diselesaikan.