"Kami dari segenap insan mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre yang atas dorongan beliau sehingga Stadion Haji Agus Salim ini bisa dimulai pembangunannya dengan multiyears," kata Koentjoro.

Koentjoro menyebut Hutama Karya bersama Adhi Karya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target, menjaga mutu konstruksi, dan memastikan stadion memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya dalam pengembangan dunia olahraga.

Pembangunan stadion ini memiliki nilai kontrak Rp324 miliar dan ditargetkan selesai pada 31 Januari 2028. Stadion dirancang berkapasitas 12.000 penonton dengan sistem single seat, tanpa lintasan atletik, serta mengadopsi konsep sepak bola modern yang mengacu pada standar FIFA. Identitas Minangkabau tetap dipertahankan melalui ornamen gonjong dan fasad yang terinspirasi dari rumah gadang.

Andre menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Donny Oskaria, serta jajaran manajemen BUMN yang mendukung pembangunan tersebut. Sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR, ia berharap proyek berjalan lancar, mengutamakan kualitas dan keselamatan, serta diselesaikan sesuai jadwal.

Andre juga mengajak seluruh pihak mengawal pembangunan stadion agar benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat dan membuka peluang pengembangan sport tourism di Ranah Minang.

Dukungan dari BP BUMN dan pelaksana proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Bagi masyarakat Sumatera Barat, stadion baru ini diharapkan bukan hanya menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi dalam memperjuangkan pembangunan daerah.