"Bahkan, 80 persen infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Pesanggaran kini sudah berubah mulus. Dengan jalan mulus, tentunya mobilitas masyarakat makin lancar dan berimbas positif pada perekonomian," ungkapnya.

Tidak berhenti di pembangunan fisik, buah investasi PT BSI juga menyentuh penguatan ekonomi akar rumput. Perusahaan secara konsisten menelurkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan salah satu fokus utama mendampingi kelompok emak-emak pelaku usaha mikro.

Para pelaku usaha ini dihimpun dalam wadah UMKM Center Kelompok Binaan PT BSI. Mereka memanfaatkan potensi lokal dengan mengandalkan produk olahan kreatif dari hasil pertanian dan perikanan. Dari berbagai produk yang lahir, olahan buah naga menjadi komoditas paling mencolok sekaligus ikon utama soko guru ekonomi warga Pesanggaran.

Guna memastikan usaha mikro ini terus tumbuh kokoh, PT BSI memberikan pendampingan intensif yang meliputi, pelatihan kompetensi berkala untuk mengasah kreativitas dan manajemen bisnis. Fasilitasi legalitas usaha berupa pengurusan PIRT hingga sertifikasi halal demi menjamin kepercayaan konsumen. Penyediaan lapak jualan di lokasi-lokasi strategis tingkat kecamatan. Hingga promosi kelas premium dengan memfasilitasi keikutsertaan stand di ajang pameran bergengsi.

Agar pelaku usaha binaan tidak sekadar bertahan tetapi mampu melompat lebih tinggi, PT BSI meluncurkan program pembekalan lanjutan berupa pelatihan Standard Operating Procedure (SOP) produksi.

Langkah strategis itu diapresiasi oleh pihak kecamatan. Pembekalan SOP dinilai sangat vital agar standarisasi kemasan, mutu, serta aspek higienitas produk rumahan warga Pesanggaran mampu menyamai standar industri modern.