Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi), dengan program PNM Mekaar yang secara khusus menyasar perempuan prasejahtera sebagai pilar inklusi keuangan. Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Ekosistem ini juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.

Pemberdayaan perempuan juga tercermin dalam komposisi pekerja BRI. Hingga Triwulan II 2026, pekerja perempuan mencapai 43,3%. Sementara pada level Board of Directors, komposisi Wanita mencapai 23%.

“Ke depan, kami ingin semakin banyak perempuan memiliki kesempatan untuk mengambil peran strategis, baik dalam pengembangan usaha maupun dalam kepemimpinan di BRI. Bagi kami, keberagaman bukan hanya soal representasi, tetapi juga bagaimana perspektif yang beragam dapat ikut mendorong kinerja dan pertumbuhan BRI serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekonomi nasional,” pungkas Viviana.