NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamuddin menyebut Bengkulu menjadi lokasi proyek percontohan program pembangunan skala besar bersama TNI melalui Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang dijadwalkan mulai pada 17 Oktober 2026.

"Kita akan menyelesaikan proyek percontohannya itu di Bengkulu. Sudah masuk data sekitar 100 jembatan dan itu langsung dieksekusi dan dibangun," kata Sultan B Najamuddin di Bengkulu, Jumat.

Sultan mengatakan program tersebut disiapkan melalui kerja sama DPD RI, TNI, pemerintah daerah, dan sejumlah kementerian untuk menangani berbagai kebutuhan pembangunan di daerah.

Dia menjelaskan program itu tidak hanya menyasar pembangunan jembatan, tetapi juga mencakup penyediaan sumber air bersih, sumur bor, mandi cuci kakus (MCK), serta pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas pendidikan.

Selain infrastruktur dasar, program tersebut juga mencakup rehabilitasi rumah warga dan pelayanan kesehatan berupa operasi bibir sumbing sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat.

Sultan mengatakan persiapan program telah dilakukan melalui sejumlah pertemuan dengan jajaran TNI dan kementerian terkait. Dia mengatakan telah bertemu beberapa kali dengan Panglima Kopassus dan Kepala Staf Angkatan Darat untuk membahas pelaksanaan program tersebut.

"Insya Allah tanggal 17 Oktober ini saya sama Pak Panglima Kopassus datang ke Bengkulu. Mudah-mudahan Pak Kasad juga, saya sudah ketemu Pak Kasad. Pak Kasad janji kalau tidak ada agenda dengan Presiden, beliau akan datang," kata Sultan.

Sultan berharap program tersebut dapat menjadi model baru dalam penyelesaian persoalan pembangunan daerah melalui kolaborasi berbagai pihak, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan kemampuan fiskal.

Menurut dia, kerja sama lintas lembaga menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat tanpa hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah.

"Ini cara kita untuk mengatasi masalah (daerah yang salah satunya) Bengkulu yang memang celah fiskalnya sangat kecil. Ini mudah-mudahan akan menjadi model baru bagaimana kita menyelesaikan masalah daerah dengan bersama-sama," ujarnya.