Menurut dia, pemeriksaan kesehatan melalui CKG penting untuk mengetahui jika ada penyakit, seperti tuberkulosis (TBC) yang sangat berbahaya jika tidak diobati, apalagi bisa menular.

"Yang kita khawatirkan justru yang 8.000 ini adalah orang-orang yang berisiko tinggi, seperti TBC. Pengalaman, rata-rata mereka yang TBC itu enggak merasa kalau sakit gitu. Diberi obat juga tidak mau, kan repot," katanya.

Karena itu, senator asal Jawa Tengah itu meminta adanya kerja sama untuk menyukseskan program CKG, misalnya untuk anak-anak dengan kalangan sekolah.

"Untuk masyarakat dengan kades atau kepala kelurahan, dengan RT/RW, dan juga kader. Kader ini yang menurut saya mungkin bisa lebih merayu agar masyarakat sadar," katanya.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Halmahera Semarang Dratia Eka Fajarani menyebutkan jumlah penduduk di wilayah kerja puskesmas tersebut mencapai 28.000 orang, dan masih kurang 8.000 orang belum ikut CKG.