Untuk kasus TBC, kata dia, hasil pelacakan bersamaan dengan pemeriksaan dan CKG belum ada laporan kasus TBC di tiga kelurahan, dan akan dilanjutkan di dua kelurahan lagi pada Oktober 2026.
"Jadi, skrining TBC menjadi kunci karena saat ini program ini benar-benar digencarkan. Bulan ini insya Allah ada dua kelurahan dengan target 100 peserta," katanya didampingi dokter puskesmas, Dita Putri.
Sementara itu, Yetty Kusniar, dokter gigi puskesmas mengatakan hasil pemeriksaan CKG menemukan bahwa angka karies gigi pada anak-anak masih tinggi, terutama usia sekolah dasar (SD).
"Kalau karies itu untuk yang SD kurang lebih sekitar 50 persen lebih. Jumlah siswa SD ada sekitar 1.500 orang. Itu mungkin dari pola kebiasaan menjaga kebersihan mulutnya masih kurang," katanya.
Kemudian, tingkat kemampuan atau cara anak-anak untuk menyikat giginya mungkin kurang tepat, dan pola makan juga memengaruhi, apalagi hampir semua tinggi gula.