Berdasarkan pengalamannya terlibat dalam penanganan sejumlah bencana di Indonesia, termasuk tsunami Aceh, ia menilai kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penanganan bencana.

Selain mitigasi, ia menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan perhatian terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih baik.

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka berdampak pada permukiman warga dan kompleks perkantoran pemerintah. Bencana tersebut terjadi setelah wilayah setempat mengalami musim kemarau selama hampir tiga bulan, yang kemudian diikuti hujan berintensitas tinggi.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan berbagai unsur terkait telah melakukan penanganan darurat serta pembersihan material banjir. Dukungan alat berat, ekskavator, truk, dan sarana operasional lainnya turut membantu mempercepat penanganan kawasan terdampak.

Bupati Solok menyebutkan sekitar 95 persen rumah warga terdampak telah dibersihkan dari lumpur. Pemerintah daerah juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan penanganan jaringan listrik guna mendukung pemulihan aktivitas warga.