NADIKABAR.COM — DPP Partai Hanura mengancam mengganti pengurus daerah yang dinilai lambat menjalankan konsolidasi. Pengurus yang tak mampu mengikuti ritme kerja partai disebut akan digantikan kader yang lebih energik.
"Kalau 1.000 domba dipimpin seekor singa, itu berjalan. Tapi kalau 1.000 ekor singa dipimpin domba, ya dombanya yang kita ganti," kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura Patrice Rio Capella usai konsolidasi partai di Kuta, Badung, Bali, Rabu (2/9/2026).
Rio mengatakan Hanura melakukan evaluasi kepengurusan setiap tiga bulan. Pemantauan dilakukan melalui aplikasi internal untuk melihat perkembangan struktur hingga tingkat bawah.
"Partai ini akan terus melakukan evaluasi per tiga bulan untuk melihat progres perkembangan partainya. Ketika ada yang lambat, maka kita ganti cepat," ujar Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura tersebut.
Menurut Rio, pergantian pengurus sudah dilakukan di sejumlah daerah yang tidak memenuhi target. Di Banten, misalnya, DPC Pandeglang dan Kota Serang diganti dan pengurus baru mampu menyelesaikan pembentukan 35 PAC dalam waktu singkat.
"Ada dua kabupaten yang kami ganti di Banten pada awalnya, yaitu Pandeglang dan Kota Serang, kita ganti yang baru yang lebih energik. Mereka menyelesaikan 35 PAC-nya dalam waktu singkat karena memang dia tokoh di situ," tutur dia.