Di samping itu, ecoprint juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk kreatif dengan memanfaatkan warna alami dari dedaunan dan bagian tumbuhan lainnya.

"Pemanfaatannya bukan hanya untuk batik, tetapi ecoprint juga bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Erma mengharapkan pemerintah terus memberikan pendampingan, peningkatan keterampilan, dan dukungan pengembangan pasar agar pelaku IKM mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing.

Sementara itu, Sekretaris Disnakerin Kabupaten Cilacap Hudaefah mengharapkan pelatihan tersebut meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran terbuka di Cilacap yang masih berkisar 7 persen dari total pencari kerja yang mencapai kisaran 1 juta orang.

"Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan karena angka pengangguran di Cilacap masih cukup tinggi sehingga perlu terus ditekan dari tahun ke tahun," katanya.

Ia mengatakan pelatihan diikuti 40 peserta, masing-masing 20 orang untuk kerajinan kerang dan ecoprint.