Ketika hutan terbakar, lanjutnya, vegetasi yang menjadi sumber pangan dan tempat berkembang biak satwa dapat musnah. Satwa liar pun berisiko kehilangan tempat berlindung, berpindah ke kawasan permukiman, atau terjebak dalam kepungan api dan asap.
Oleh karena itu Selly meminta pemerintah mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati ke dalam strategi penanggulangan karhutla, antara lain melalui pemetaan kawasan ekologis yang rentan, penyelamatan satwa terdampak, dan pemulihan habitat pasca-kebakaran.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan masyarakat, terutama warga yang terpapar asap dan kelompok rentan melalui penyediaan layanan kesehatan serta kepastian evakuasi bagi masyarakat di kawasan berbahaya.