NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak seluruh elemen bangsa untuk merawat persatuan lewat kerja-kerja nyata, saat memperingati momen 98 Tahun Sumpah Pemuda.

Dia mengatakan pemuda pada tahun 1928 datang dengan latar berbeda, tetapi sepakat menempatkan cita-cita bangsa di atas kepentingan kelompok. Semangat itu, kata dia, dinilai relevan ketika ketegangan global berimbas hingga ke dapur keluarga Indonesia.

“Persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. Ia harus menjelma jadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil,” kata Dasco saat menyampaikan pidato peringatan Hari Sumpah Pemuda bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Mengenai kabut asap lintas batas, dia menilai perhatian Malaysia dan Singapura patut dihargai, dengan prioritas pelindungan warga terdampak. Ia mendorong parlemen-parlemen ASEAN bekerja sama lebih erat, tidak hanya saat krisis.

“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” kata dia.

Di dalam negeri, dia pun mengajak partai dan fraksi berdiri bersama ketika bangsa membutuhkan, agar parlemen hadir membenahi tata kelola negara.

Pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, dia menyampaikan DPR RI bersama pemerintah telah menyetujui tiga undang-undang, yakni UU Pengaturan Reforma Agraria, UU Pelindungan Ketenagakerjaan, dan UU Satu Data Indonesia.

Pada Masa Persidangan II, menurut dia, ada empat rancangan undang-undang (RUU) akan dibahas, yakni RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, RUU Masyarakat Adat, RUU Administrasi Kependudukan, dan RUU Perampasan Aset.

Untuk RUU Perampasan Aset, dia menekankan due process of law agar ketegasan tidak berubah menjadi kesewenang-wenangan.

Keempat agenda itu, menurut dia, akan diintegrasikan dalam kerangka Satu Data Indonesia, yang ia rangkum dalam seruan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia”.

Kepada generasi muda, dia berpesan untuk menjaga watak bangsa, yakni dengan tetap berani tanpa gegabah, terbuka tanpa tunduk, bersatu tanpa kehilangan nalar kritis. Menurut dia, pemuda adalah urat nadi Indonesia, dan menjaga persatuan adalah sumpah abadi.

Melalui peringatan ini, dia memastikan DPR RI meneguhkan komitmennya menghadirkan persatuan dalam setiap kerja yang berpihak pada kepentingan rakyat.