NADIKABAR.COM — Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah mempercepat operasional secara penuh Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk menunjang ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendongkrak tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen.
"Kami mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan operasional penuh IBC karena akan mendatangkan multiplier effect yang positif bagi iklim investasi tanah air," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat kunjungan kerja Panitia Kerja Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional dan RUU Kawasan Industri di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar, Rabu.
PT Industri Baterai Indonesia atau IBC selaku perusahaan holding milik negara (BUMN) yang dibentuk khusus untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dan industri baterai terintegrasi dari hulu ke hilir saat ini baru memasuki fase pertama atau operasional komersial bertahap.
Kehadiran IBC menjadi langkah strategis pemerintah untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia, terutama cadangan nikel terbesar di dunia agar tidak hanya dieksplorasi sebagai bahan mentah, melainkan dihilirkan menjadi produk bernilai tinggi seperti baterai kendaraan listrik.
Evita meyakini operasional penuh IBC mampu memasok kebutuhan kawasan industri, khususnya perusahaan manufaktur produsen kendaraan listrik terutama baterai.