NADIKABAR.COM — DPRD Bali mendorong pemerintah provinsi untuk menyiapkan akses pembiayaan murah bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dari keluarga kurang mampu yang terkendala biaya untuk bekerja di luar negeri.

Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta di Denpasar, Senin, mengatakan pemerintah daerah dapat memfasilitasi akses pembiayaan melalui lembaga keuangan, koperasi, maupun lembaga perkreditan desa (LPD).

Menurut dia, skema pembiayaan diperlukan karena terdapat anak muda yang memiliki peluang bekerja di luar negeri untuk memperbaiki perekonomian keluarga, tetapi terkendala biaya keberangkatan.

Suwirta mengusulkan lembaga keuangan daerah dilibatkan agar CPMI memperoleh pembiayaan dengan bunga terjangkau.

Selain itu, menurut dia, perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia dapat dilibatkan sehingga pembayaran cicilan dapat dilakukan melalui pemotongan penghasilan setelah CPMI bekerja.

“Ya, diajak kerja sama agar nanti gaji mereka biar dipotong, ditransfer kan langsung ke bank pemberi kredit,” katanya.

Suwirta mengatakan pemerintah daerah perlu mencari skema yang sesuai ketentuan agar keterbatasan biaya tidak menghambat masyarakat kurang mampu memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri.