"Kalau enggak perlu analitik, kenapa dipasang analitik, sehingga ada penghematan. Tentu saja uang penghematan yang sejumlah Rp 80 miliar ini bisa kembali dipasangkan kepada CCTV ke daerah-daerah rawan tawuran, kejahatan, kemacetan," ujarnya.

Inggard berharap anggaran hasil efisiensi tersebut dapat segera dialokasikan untuk menambah titik pemasangan CCTV. Dia juga meminta janji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pemasangan CCTV di Jakarta segera direalisasikan.

"Kita ingin yang janjinya Pak Gubernur untuk pemasangan CCTV segera direalisasi, karena sudah ada penghematan dari pemasangan yang kemarin bisa dihemat. Nah, ini harus kembali dioptimalkan untuk pemasangan jumlah titik yang ada agar kebutuhan masyarakat terkait dengan pengamanan dan keamanan bisa terealisasi dengan baik," tuturnya.

Menurut Inggard, pemasangan CCTV perlu difokuskan di lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi, termasuk kawasan yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba. Keberadaan kamera pengawas diharapkan dapat membantu petugas memantau kondisi lingkungan sekaligus mendukung pencegahan tindak kriminalitas.