"Mudah-mudahan melalui gelora semangat seperti ini, nanti pada suatu ketika kita bisa mengubah budaya dari budaya sembarangan membuang sampah menjadi budaya bersih, sehat, dan cinta lingkungan," kata Pantas.
Menurut Pantas, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat karena sebagian besar sampah berasal dari aktivitas sehari-hari warga.
"Terus mendorong untuk mempelopori gerakan-gerakan yang baik, bermanfaat, khususnya untuk masa depan negara kita dan di Pondok Kelapa ini, sehingga kita bisa menciptakan gerakan budaya baru menuju Indonesia yang jauh lebih baik," ujar Pantas.
Adapun Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong masyarakat mengelola sampah dari sumber.
Program pengelolaan sampah, seperti pemilahan dan pembuatan lubang biopori perlu diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.