NADIKABAR.COM — DPRD Jawa Barat meminta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) setempat memperluas program literasi media hingga tingkat kabupaten/kota serta satuan pendidikan jenjang SMP dan SMA guna membentengi generasi muda dari gempuran hoaks dan informasi tidak sehat.
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna menilai pergeseran teknologi membuat akses informasi berada langsung di genggaman masyarakat tanpa filter ketat, sementara regulasi perlindungan sering kali terlambat mengantisipasi dampak pesatnya diseminasi konten digital.
"Dari yang awalnya berproses, sekarang informasi sudah ada di genggaman tangan. Apapun bisa dilihat. Oleh karena itu, betapa pentingnya kita memberikan literasi kepada masyarakat, apalagi kepada anak-anak muda," kata Pradi dalam keterangan di Bandung, Senin.
Ia menambahkan keterbatasan regulasi menuntut pembentukan ketahanan diri pada generasi milenial, generasi Z, dan generasi Alpha.