NADIKABAR.COM — Dugaan pencabulan yang melibatkan oknum guru SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, mendapat sorotan DPRD Jawa Barat. Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, meminta persoalan tersebut diusut secara menyeluruh.
Desakan itu muncul setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut klarifikasi terkait dugaan tindakan tidak pantas yang disebut dilakukan oknum Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan.
Zaini menegaskan, dugaan tersebut harus terlebih dahulu didalami untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
"Jika benar-benar terjadi kasus pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, saya prihatin. Tentu harus ada pendalaman kasus yang dilakukan, diinvestigasi lebih jauh," ujar Zaini dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Menurut Zaini, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya dengan penanganan secara internal. Dinas Pendidikan Jabar melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) maupun pihak sekolah harus bergerak cepat memberikan kejelasan agar persoalan tidak berkembang menjadi isu liar.
"Tentu Dinas Pendidikan, bisa juga melalui KCD-nya (Kantor Cabang Dinas), dan juga pihak sekolah di SMAN 1 Pamanukan harus bertindak lebih cepat sehingga masalah ini bisa dikanalisasi," katanya.
Zaini juga meminta aspek administrasi segera ditangani. SMAN 1 Pamanukan berada di bawah kewenangan Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan dan KCD.
"Penanganan administrasi lebih awal harus segera dilakukan karena mau tidak mau wilayah administrasinya terkait dengan Pemerintah Provinsi, turunannya ke Dinas, terus ke KCD, baru ke pihak sekolah," katanya.