NADIKABAR.COM — Acara demplot tersebut ditandai dengan penanaman mangrove oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta Gubernur Ahmad Luthfi. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah alias Ida, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan, Bupati Demak Eisti'anah, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, dan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar.

"Dulu, Timbulsloko termasuk desa yang kaya raya. Ada sawah, tegalan (kebun), dan tambak. Penghasilan setiap hari ada udang dari tambak, terus 4 bulan sekali panen padi, cabai, jagung, dan bandeng. Setelah kena abrasi, hancur semuanya," tutur Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Menurut seorang warga setempat, Nadhiri, pemerintah desa sebenarnya sudah menyiapkan relokasi untuk warga. Namun, faktor ekonomi membuat warga kembali ke tempat lamanya. Bahkan di tempat baru, banyak warga yang tidak bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan.

Meskipun kondisi itu terus dialami, masyarakat Desa Timbulsloko terus berupaya beradaptasi dengan memanfaatkan kondisi alam di sekitar rumahnya.

"Warga yang menebang mangrove satu pohon harus tanam 10 pohon baru, kalau ada warga yang menikah menanam 10 pohon, kalau ada ternak yang makan mangrove, maka pemiliknya harus tanam 10 pohon. Ini masih berjalan sampai sekarang," jelas Nadhiri.