Menurutnya, kegiatan olah raga di GBT perlu dirancang secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai cabang olahraga, khususnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya.

"KONI kalau bisa berkantor di GBT. Selanjutnya harus terus didorong semangat sport tourism bisa dihidupkan di GBT," kata dia.

Menurutnya, pemkot harus aspiratif sehingga akan tumbuh keberkahan dan ekonomi warga terus berjalan dan jangan sampai stadion hanya hidup saat ada kegiatan tertentu saja.

"Stadion GBT memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertemuan rutin bagi komunitas olahraga di Surabaya," katanya.