NADIKABAR.COM — DPRD Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi imbas ratusan siswa dan guru diduga keracunan. DPRD bahkan meminta MBG digantikan dalam bentuk program lain yang tidak merugikan.
"Meminta pelaksanaan program MBG diganti ke bentuk lain yang dapat langsung diterima oleh penerima manfaat tanpa merugikan pihak mana pun," kata Wakil Ketua II DPRD Tana Toraja, Evivana Rombe Datu saat membacakan hasil rekomendasi rapat dengar pendapat (RDP) pada Jumat (4/9/2026).
Pihaknya juga merekomendasikan penghentian sementara operasional SPPG Makale Batupapan 1 selaku penyedia MBG yang diduga mengakibatkan keracunan. Kebijakan ini berlaku sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Makassar.
"Mendorong dinas kesehatan dan kepolisian mempercepat pemeriksaan sampel makanan, muntahan, kotoran, dan air di laboratorium. Sekolah juga diminta membentuk Satgas pengawasan keamanan makanan serta pos pelayanan pengaduan cepat," jelasnya.
DPRD Tator turut mendorong evaluasi total pada rantai pelaksanaan program MBG di Tana Toraja, mulai dari pengolahan hingga makanan dikonsumsi siswa. Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) diminta meningkatkan pengawasan.