Suparsa belum mengetahui pemilik maupun motif penerbangan drone tersebut. Namun, kemunculannya membuat warga resah, terlebih dalam periode yang berdekatan terjadi sejumlah kasus pencurian ayam aduan di Gobleg. Jumlah ayam yang hilang diperkirakan mencapai puluhan ekor.

Meski demikian, Suparsa menegaskan belum ada bukti yang mengaitkan drone dengan pencurian tersebut. Ia menyebut dugaan bahwa rumah yang dipantau drone kemudian menjadi sasaran pencurian masih sebatas analisa dan belum terbukti.

"Rumah yang diintai itu rumah yang mempunyai atau memiliki harta benda seperti itu. Tapi ini analisa, bukan saya menuduh," tegasnya.

Aktivitas drone, kata dia, juga terpantau hingga Desa Munduk dan Pedawa, Kecamatan Banjar. Persoalan tersebut telah disampaikan kepada kepolisian. Anggota Polsek setempat bahkan telah melakukan pemantauan pada malam hari.