NADIKABAR.COM — Sebanyak 13 orang tewas setelah drone Rusia menghantam peron di stasiun kereta utama di Kota Dnipro, Ukraina. Serangan tersebut juga menyebabkan sedikitnya lima orang terluka.

Dilansir Aljazeera, Kamis (29/10/2026) perusahaan kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengatakan sebuah drone bermesin jet menghantam peron saat sebuah kereta bersiap berangkat menuju Kota Zaporizhzhia, yang terletak tidak jauh dari Dnipro. Informasi mengenai korban luka disampaikan Gubernur wilayah Zaporizhzhia, Oleksandr Hanzha, melalui Telegram.

Selain Dnipro, Rusia juga menyerang Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov mengatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sebuah institusi pendidikan.

Otoritas Ukraina juga melaporkan serangan Rusia di sejumlah wilayah pada malam sebelumnya. Salah satunya terjadi di kawasan Rivne dan menewaskan seorang pria.

Sementara itu, kantor berita Rusia mengutip Kementerian Pertahanan, melaporkan bahwa pasukan Rusia menyerang sebuah kapal kargo yang digunakan oleh militer Ukraina di Laut Hitam.

Di sisi lain, Rusia mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan ratusan drone Ukraina yang mengarah ke Moskow dalam serangan besar pada Rabu malam hingga Kamis pagi.

Kantor berita negara Rusia, TASS, melaporkan sebanyak 613 drone diluncurkan ke arah Moskow. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan sistem pertahanan udara menghancurkan 231 kendaraan udara nirawak (UAV) saat mendekati kota. Drone lainnya dinetralkan pada jarak yang lebih jauh.

Kremlin mengecam serangan tersebut karena terjadi ketika Moskow menjadi tuan rumah pertemuan puncak yang dihadiri lebih dari 22 pemimpin negara Afrika.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut tindakan Kyiv yang menargetkan Moskow pada saat itu sebagai sesuatu yang "sangat aneh".

Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan 1.214 drone Ukraina di berbagai wilayah sepanjang malam.

Di Sterlitamak, kota terbesar kedua di wilayah Bashkortostan, Rusia, puing-puing drone yang dijatuhkan menyebabkan kerusakan ringan di area sebuah fasilitas industri yang tidak disebutkan namanya.

Wali Kota Sterlitamak, Emil Shaimardanov, mengatakan pabrik tersebut tetap beroperasi seperti biasa. Dia juga menyebut sistem pertahanan udara setempat berhasil menembak jatuh delapan drone Ukraina yang terlibat dalam serangan itu.

Serangan tersebut menambah daftar serangan drone berskala besar yang menyasar wilayah Moskow. Pada September lalu, Rusia melaporkan pasukan pertahanan udaranya menembak jatuh lebih dari 1.600 drone dalam serangan yang disebut sebagai salah satu serangan terbesar terhadap ibu kota Rusia itu.